Hybrid Learning di Kampus: Praktis Tapi Perlu Adaptasi

hybrid learning

Orbion Institute – Survei SEVIMA (Mei 2025) menyebut bahwa 92,9% perguruan tinggi di Indonesia telah menerapkan model hybrid learning—gabungan kelas daring dan luring. Kebijakan ini tentu memberikan fleksibilitas tinggi, namun efektivitasnya masih bergantung pada kesiapan LMS, pelatihan dosen, dan akses internet yang memadai.

Bagi mahasiswa, hybrid learning hadir sebagai kemudahan sekaligus tantangan: dibebaskan fleksibel, tapi juga ditantang mandiri. Kampus perlu memperkuat pelatihan penggunaan LMS dan dukungan teknis agar model ini berkelanjutan dan inklusif.


Ditulis oleh Aizan
Sumber gambar: https://images.unsplash.com/photo-1546016365-9de9ac29035b?w=600&auto=format&fit=crop&q=60&ixlib=rb-4.1.0&ixid=M3wxMjA3fDB8MHxwaG90by1yZWxhdGVkfDd8fHxlbnwwfHx8fHw%3D