Orbion Institute – Dari dapur rumah hingga laboratorium kampus, ramuan tradisional Indonesia kini mulai dilirik dunia medis. Tanaman herbal seperti jahe merah, temulawak, hingga pegagan yang dulu hanya dikenal sebagai bahan jamu, kini menjadi fokus penelitian ilmiah di berbagai universitas Indonesia.
Mahasiswa dan peneliti dari Universitas Gadjah Mada (UGM) misalnya, berhasil menemukan bahwa ekstrak jahe merah mengandung antioksidan tinggi yang berpotensi menurunkan kadar kolesterol serta meningkatkan daya tahan tubuh. Penelitian ini bahkan telah dipresentasikan dalam konferensi kesehatan internasional di Jepang tahun 2024.
Fenomena ini menunjukkan bahwa warisan pengobatan tradisional Nusantara mulai mendapatkan pengakuan akademik. Tak hanya UGM, beberapa kampus lain seperti Universitas Airlangga dan Universitas Indonesia juga aktif meneliti bahan alami lokal. Tujuannya, menjadikan herbal Nusantara sebagai obat alternatif yang terbukti aman dan efektif.
Pemerintah melalui Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) turut memberikan dukungan dana untuk riset dan uji klinis. Dengan pendekatan ilmiah yang lebih kuat, hasil penelitian ini diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pengobatan berbasis bahan alami, sekaligus membuka peluang ekspor produk herbal ke luar negeri.Kini, minum jamu bukan sekadar tradisi, tapi bagian dari inovasi. Ramuan tradisional Nusantara telah naik kelas menjadi bahan penelitian yang berpotensi besar bagi masa depan dunia kesehatan.
Ditulis Oleh Aizan
Sumber Gambar: https://www.freepik.com/free-photo/side-view-spice-cloves-with-cinnamon-sticks-rice-breads-tied-with-rope-rose-tea-candle-wooden-board_8403624.htm#fromView=search&page=1&position=12&uuid=33f56793-7552-465a-88c5-1c12c732d1b6&query=Ramuan+Tradisional
Sumber Informasi: Universitas Gadjah Mada, 2024 & BRIN.go.id, 2024



