Orbion Institute – Belanja online sekarang udah jadi kebiasaan banyak orang. Mulai dari snack, pakaian, sampai barang-barang kecil yang “nanti bisa dibayar”. Untuk anak muda dan pekerja, jajan online terasa cepat, mudah, dan terjangkau — tapi di balik itu, dompet bisa lebih tipis dari yang dibayangkan.
Menurut penelitian akademis di Indonesia, kenaikan konsumsi digital memberikan dampak signifikan terhadap pengeluaran rumah tangga. Dalam sebuah studi, pembelian barang/jasa secara online terbukti punya pengaruh positif dan signifikan terhadap pengeluaran konsumsi masyarakat.
Generasi muda, terutama Gen Z, jadi paling rentan terhadap “godaan digital shopping”. Dengan notifikasi aplikasi, iklan di media sosial, dan banyak promo flash sale, terasa susah menahan diri. Mereka sering merasa “sekali beli” nggak apa-apa, tanpa pikir panjang bahwa itu bisa menumpuk jadi beban anggaran Instagram.
Tapi ada sisi positifnya: jajan online juga bisa jadi bentuk ekspresi dan kebebasan. Bagian dari gaya hidup digital yang nggak hanya soal konsumsi, tapi juga mengeksplorasi selera. Karena itu, penting banget punya strategi supaya jajan online nggak bikin utang menumpuk.
Beberapa tips: tetapkan “budget jajan online” tiap bulan, pasang notifikasi pengeluaran agar sadar kapan mulai boros, dan gunakan fitur “wishlist” dulu sebelum checkout. Dengan cara itu, kamu tetap bisa nikmati tren belanja digital, tanpa merusak keuangan harian.
Sumber gambar: https://www.freepik.com/free-photo/close-up-food-lover-eating_22280409.htm#fromView=search&page=1&position=17&uuid=fc65b75d-5e02-4c3a-964e-a15ebef151b7&query=Jajan+Online



