Orbion Institute – Kerja sampingan lewat internet sekarang bukan cuma “tambahan”, tapi sudah jadi pilihan gaya hidup banyak anak muda. Tren freelance semakin melebar, terutama di kalangan mahasiswa dan pekerja muda yang ingin fleksibel, tetap produktif, dan punya sumber penghasilan lain.
Di Indonesia, pola ini disebut side hustle. Menurut Metrotoday, fenomena ini tidak hanya sebagai cara untuk menambah penghasilan, tetapi juga sebagai sarana eksplorasi kreativitas dan kemandirian finansial. Anak muda ini bisa menjual jasa digital seperti menulis, desain, atau konten kreatif dari mana saja.
Rahmi, seorang freelancer Gen Z, menyatakan bahwa fleksibilitas waktu adalah alasan utama dia memilih jalan ini. Di samping itu, menjadi freelancer membuatnya bisa atur jadwal sendiri dan menghemat pengeluaran seperti biaya transportasi.
Tapi tentu bukan tanpa tantangan. Penghasilan bisa tak stabil, proyek datang tidak beraturan, dan kadang tekanan datang dari dalam: ekspektasi pendapatan tinggi padahal klien tidak selalu steady.
Agar tetap bertahan, banyak pekerja lepas merekomendasikan untuk punya portfolio, mencatat keuangan dengan rapi, dan memilih proyek yang relevan dengan skill dan minat. Jika dikelola dengan baik, kerja freelance bisa jadi sumber penghasilan utama — bukan hanya sampingan.
Sumber gambar: https://www.freepik.com/free-photo/portrait-asian-man-freelancer-working-home-sitting-desk-dining-table-living-room_28260258.htm#fromView=search&page=1&position=39&uuid=57bdb761-14b7-4de4-ae3d-d68a12a3100e&query=Anak+Muda+Pilih+Jadi+Freelancer



