Orbion Institute – Sampah plastik jadi masalah yang tak bisa dihindari dalam keseharian kita. Mulai dari botol air minum, bungkus makanan, hingga kantong belanja—semuanya menumpuk dan mencemari lingkungan. Tapi kini, lewat inovasi daur ulang plastik, anak-anak kampus Indonesia mulai menghadirkan solusi nyata untuk bumi yang lebih bersih.
Tim peneliti dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) berhasil mengubah limbah plastik menjadi bata ringan ramah lingkungan. Melalui proses daur ulang plastik dengan pencampuran pasir dan semen, tercipta material bangunan yang kuat, tahan air, dan berkontribusi mengurangi limbah.
Menurut data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Indonesia menghasilkan lebih dari 12 juta ton sampah plastik setiap tahun, dan hanya sekitar 10% yang berhasil didaur ulang. Sisanya berakhir di TPA atau mencemari laut. Melalui inovasi daur ulang plastik seperti ini, tumpukan limbah bisa dikonversi menjadi bahan bermanfaat yang bernilai ekonomi.
Tak hanya ITS, mahasiswa dari Universitas Gadjah Mada (UGM) juga meneliti cara baru dalam daur ulang plastik menjadi bahan bakar alternatif. Proses pirolisis yang mereka kembangkan dapat mengubah plastik menjadi cairan mirip solar. Teknologi daur ulang plastik ini berpotensi besar untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.
Langkah-langkah inovatif ini menunjukkan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari laboratorium kampus. Daur ulang plastik kini bukan hanya tanggung jawab industri besar, tapi juga gerakan bersama masyarakat dan akademisi. Saat kita memilih untuk mendukung inovasi ini, kita turut menjaga masa depan bumi yang lebih hijau.
Ditulis oleh Aizan
Sumber gambar: https://www.freepik.com/free-photo/plastic-garbage-conveyor-belt-waste-recycling-factory_59151852.htm#fromView=search&page=1&position=0&uuid=1eebd0ee-376f-4043-90af-4d5e7cdcb18a&query=Dari+Sampah+Plastik+Jadi+BangunanSumber Informasi: https://www.its.ac.id/news/en/ & https://www.menlhk.go.id/



