Orbion Institute – Bagi mahasiswa, tugas kuliah yang datang bertubi-tubi sering jadi sumber stres. Mulai dari esai, presentasi, hingga laporan praktikum, semua seolah dikejar deadline. Tidak heran jika banyak mahasiswa merasa kewalahan dan kesulitan mengatur waktu belajar dengan baik.
Fenomena ini bukan hanya cerita sehari-hari. Menurut penelitian American Psychological Association (APA, 2023), manajemen waktu yang buruk menjadi salah satu penyebab utama stres akademik pada mahasiswa. Di Indonesia pun, masalah serupa dialami banyak mahasiswa, terutama yang aktif di organisasi kampus atau bekerja sambilan.
Salah satu cara sederhana untuk mengatasinya adalah membuat daftar prioritas. Tugas yang paling mendesak sebaiknya diselesaikan lebih dulu, sementara yang deadline-nya masih panjang bisa dijadwalkan belakangan. Membagi waktu belajar menjadi sesi singkat, misalnya 25–30 menit, juga terbukti membantu fokus tetap terjaga. Metode ini dikenal dengan teknik Pomodoro.
Selain itu, penting bagi mahasiswa untuk tidak menunda pekerjaan. Menunda satu tugas kecil bisa berujung menumpuknya banyak pekerjaan sekaligus. Beberapa mahasiswa bahkan memilih belajar di ruang publik atau bersama teman agar lebih termotivasi menyelesaikan tugas.
Meski begitu, mengatur waktu belajar tidak berarti harus mengorbankan waktu istirahat. Tidur yang cukup dan jeda istirahat singkat justru bisa membuat otak lebih segar. Dengan keseimbangan yang baik, mahasiswa bisa tetap produktif tanpa harus kelelahan.
Pada akhirnya, tugas kuliah memang bagian tak terpisahkan dari kehidupan mahasiswa. Namun, dengan manajemen waktu yang tepat, tugas menumpuk bukan lagi mimpi buruk, melainkan tantangan yang bisa dihadapi dengan lebih tenang.
Ditulis oleh Aizan
Sumber gambar: https://www.freepik.com/free-photo/educational-conept-tired-student-library_5473631.htm#fromView=search&page=1&position=4&uuid=c571aeae-ae9a-4be8-ba3f-d259dd137d2b&query=Tugas+Kuliah+Menumpuk
Sumber Informasi: American Psychological Association (APA), 2023 & Kompas.com, 2024



