Orbion Institute – Perkembangan teknologi pendidikan mendorong peran guru untuk tidak hanya menjadi pengajar, tetapi juga fasilitator digital. Di era pembelajaran hybrid—kombinasi daring dan luring—guru dituntut menguasai perangkat teknologi, menyusun konten digital, serta mengelola kelas virtual secara efektif.
Tantangan ini dijawab melalui pelatihan guru yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan platform edtech swasta. Modul interaktif, LMS (Learning Management System), serta media kolaboratif menjadi sarana yang wajib dikuasai guru. Bahkan, guru dituntut mengembangkan microlearning agar materi lebih mudah dipahami siswa.
Namun tidak semua sekolah siap. Banyak daerah belum memiliki infrastruktur teknologi yang memadai. Kesenjangan ini membuat pelatihan guru menjadi tidak merata, dan potensi hybrid learning belum optimal.
Solusinya adalah integrasi pelatihan guru dalam program digitalisasi sekolah, serta kolaborasi dengan perusahaan teknologi edukasi. Dengan begitu, guru dapat mengimbangi perubahan dan membuat pengalaman belajar lebih adaptif.
Sumber:
- kemdikbud.go.id
- Tirto.id
Ditulis oleh Aizan
Sumber gambar:https://images.unsplash.com/photo-1584697964400-2af6a2f6204c?q=80&w=870&auto=format&fit=crop&ixlib=rb-4.1.0&ixid=M3wxMjA3fDB8MHxwaG90by1wYWdlfHx8fGVufDB8fHx8fA%3D%3D



