Orbion Institute – Suasana haru mewarnai Kediri, Jawa Timur, ketika kabar PHK massal di PT Gudang Garam mencuat. Ribuan pekerja dikabarkan harus angkat koper dari pabrik rokok raksasa ini. Bagi masyarakat sekitar, Gudang Garam bukan sekadar pabrik, tapi juga denyut nadi ekonomi lokal.
“Banyak tetangga saya yang kena PHK. Mereka bingung harus kerja apa setelah ini,” ujar seorang warga setempat. Bagi sebagian besar keluarga, kehilangan pekerjaan di pabrik berarti kehilangan tumpuan utama nafkah.
Pengamat ekonomi menilai, PHK ini bisa menjadi sinyal bahwa ekonomi di sektor riil masih rapuh. Industri rokok sendiri sedang menghadapi tekanan: penurunan daya beli, regulasi ketat, dan tren masyarakat yang makin peduli kesehatan. Kombinasi faktor ini membuat perusahaan perlu melakukan efisiensi besar-besaran.
Namun, dampaknya jelas terasa di masyarakat. Warung sekitar pabrik sepi, kos-kosan yang biasanya dihuni buruh jadi kosong, bahkan pedagang kecil ikut merasakan imbas. Pemerintah diminta hadir, bukan hanya dengan kata-kata, tetapi dengan aksi nyata: pelatihan ulang, akses modal UMKM, hingga penyaluran kerja baru.
Meski berat, peristiwa ini bisa jadi momentum untuk mendorong pekerja mengembangkan usaha mandiri. Banyak eks-karyawan kini mulai mencoba berdagang online atau membuka warung kecil-kecilan. Harapannya, meski kehilangan pekerjaan formal, mereka tetap bisa bertahan.
Ditulis oleh Aizan
Sumber gambar: https://akcdn.detik.net.id/community/media/visual/2023/11/16/pabrik-rokok-pt-gudang-garam-tbk_169.jpeg?w=700&q=90
Sumber Berita: Suara.com (2025)



