Belajar di Kafe: Tren Baru Mahasiswa Cari Suasana Nyaman

belajar di kafe

Belajar di perpustakaan atau kosan mungkin sudah jadi kebiasaan lama. Kini, banyak mahasiswa lebih memilih kafe sebagai tempat mengerjakan tugas kuliah. Suasana santai, alunan musik, dan akses Wi-Fi gratis membuat kafe jadi pilihan populer. Fenomena ini makin terlihat jelas di kota-kota besar yang punya banyak kampus.

Menurut survei Katadata (2024), hampir 60% mahasiswa pernah belajar di kafe minimal sekali sebulan. Alasan utamanya sederhana: suasana kafe dianggap lebih menyenangkan daripada ruang kelas atau kamar kos yang kadang membosankan. Di kafe, mahasiswa bisa lebih fokus karena ada suasana berbeda, sekaligus kesempatan bertemu teman untuk kerja kelompok.

Selain itu, kafe juga mendukung gaya belajar generasi muda yang serba fleksibel. Tidak jarang, mahasiswa memilih kafe dengan konsep co-working space agar bisa belajar sekaligus berdiskusi. Fenomena ini menunjukkan bahwa belajar tidak lagi terbatas pada ruang formal, tetapi bisa berpindah ke ruang publik yang lebih nyaman.

Namun, belajar di kafe juga punya tantangan. Tidak semua orang bisa fokus di tengah suasana ramai. Harga makanan dan minuman yang relatif lebih tinggi juga bisa jadi beban bagi kantong mahasiswa. Karena itu, banyak mahasiswa biasanya menjadikan kafe sebagai pilihan alternatif, bukan tempat utama untuk belajar.

Tren ini juga menunjukkan perubahan cara pandang terhadap proses belajar. Bagi mahasiswa, belajar bukan sekadar soal materi kuliah, tetapi juga soal kenyamanan, kreativitas, dan interaksi sosial. Selama bisa menjaga fokus dan tidak lupa tujuan utama, belajar di kafe bisa jadi cara menyenangkan untuk menyeimbangkan tugas kuliah dan kehidupan sehari-hari.

Ditulis oleh Aizan
Sumber gambar: https://www.freepik.com/free-photo/full-shot-arab-people-spending-time-together_65545223.htm#fromView=search&page=1&position=29&uuid=3d1191e5-aad5-4372-ae45-699899d90642&query=Belajar+di+Kafe
Sumber Informasi: Katadata, 2024 & Kompas.com, 2023